18,0Dubbindo: siapa yang diberi suara? 174 film animasi dalam tiga belas rak
Keajaiban film animasi dimulai ketika sesuatu yang bisu mendapat suara. Sebuah boneka koboi berbicara, seekor singa bernyanyi, sebuah mobil balap menggerutu, dan sesosok roh bertopeng berbisik di jembatan pemandian. Di balik tiap tokoh itu ada seorang pengisi suara, dan di balik tiap versi bahasa Indonesia ada seorang penyulih suara yang mengulang keajaiban itu. Dubbindo menata film animasi dari pertanyaan paling dasar dalam dunia sulih suara: siapa yang diberi suara? Seratus tujuh puluh empat film dibagi ke tiga belas rak, dari mainan, mobil, dan robot sampai hewan, makhluk dongeng, roh, manusia, dan empat rak suara dari Jepang. Pilih siapa yang ingin Anda dengar malam ini.
Tiga belas rak suara: siapa yang berbicara?
Suara mainan dan tokoh gim
Lihat semua (11)
18,0
27,8
37,6
47,4
57,6
67,5
77,4
87,2
97,3
106,9
115,4Suara mobil dan robot
Lihat semua (8)
18,1
27,7
37,1
46,2
58,3
66,9
76,5
87,8Suara hewan rimba dan sabana
Lihat semua (14)
16,9
27,1
36,5
46,9
56,7
66,2
76,6
86,5
98,1
106,2
117,3
126,8Suara kota hewan dan zaman es
Lihat semua (12)
17,8
27,4
37,3
46,7
56,8
66,4
76,9
86,1
96,3
107,7
117,5
127,1Suara hewan kecil dan peliharaan
Lihat semua (13)
17,8
27,8
38,2
46,3
56,1
65,8
76,3
87,0
95,7
105,7
118,9
127,8Suara makhluk dongeng
Lihat semua (13)
17,8
27,7
37,8
46,4
57,8
67,8
77,4
87,6
96,8
106,6
116,6
127,2Suara makhluk jenaka
Lihat semua (12)
17,3
27,0
36,4
46,5
56,5
66,7
77,3
86,8
97,3
107,4
117,3
126,1Suara roh, jiwa, dan perasaan
Lihat semua (9)
17,9
28,2
38,1
47,6
56,7
68,2
78,0
88,0
97,5Suara putri, keluarga, dan pahlawan
Lihat semua (14)
18,0
27,7
38,4
47,2
57,0
67,6
77,5
87,6
97,4
107,3
117,0
127,4Suara Miyazaki, Takahata, dan Studio Ghibli
Lihat semua (22)
18,5
28,4
38,3
48,1
57,8
68,0
77,8
87,9
97,8
107,7
117,4
127,1Suara dunia bola naga
Lihat semua (13)
18,0
27,9
36,9
46,9
57,3
67,6
77,3
87,1
96,8
107,2
116,5
126,9Suara pahlawan dari serial
Lihat semua (15)
17,5
28,1
37,5
48,1
57,2
67,2
77,9
85,9
97,4
107,2
117,6
127,3Suara remaja dan keluarga Jepang
Lihat semua (18)
18,5
28,4
38,0
48,2
57,8
67,6
77,9
88,2
97,9
107,9
117,5
127,2Panduan Dubbindo
Dubbindo: siapa yang diberi suara?
Saat yang bisu mulai berbicara
Film animasi lahir dua kali. Kelahiran pertama terjadi di meja gambar, ketika sebuah tokoh mendapat bentuk. Kelahiran kedua terjadi di bilik rekaman, ketika tokoh itu mendapat suara. Sebelum bilik rekaman, Woody hanyalah boneka koboi yang digambar dengan teliti; sesudahnya ia menjadi sahabat yang cemas, lucu, dan setia. Suara adalah tempat tokoh animasi mulai hidup.
Sulih suara mengulang kelahiran kedua itu dalam bahasa lain. Seorang penyulih suara di Jakarta berdiri di depan mikrofon dan meminjamkan suaranya kepada singa, robot, atau putri yang sama, agar anak-anak di sini mendengarnya berbicara seperti tetangga sendiri. Dubbindo, yang namanya berasal dari kata dubbing dan Indonesia, menata seluruh raknya dari pertanyaan paling dasar dalam pekerjaan itu: siapa yang diberi suara?
Seratus tujuh puluh empat film animasi dibagi ke tiga belas rak menurut jawaban atas pertanyaan tersebut: mainan, mobil dan robot, tiga macam hewan, tiga macam makhluk ajaib, manusia, dan empat rak suara dari Jepang. Gagasan ini diuraikan di Siapa yang diberi suara, dan langkah pertama untuk pengunjung baru ada di Mulai di Dubbindo.
Cara rak ditentukan
Redaksi Dubbindo menempatkan tiap film dengan satu pertanyaan: tokoh macam apa yang paling banyak berbicara di film ini? Bila jawabannya mainan, film masuk ke rak mainan. Bila jawabannya hewan, redaksi memilih satu dari tiga rak hewan menurut dunia tempat hewan itu hidup. Bila jawabannya manusia, film masuk ke rak putri, keluarga, dan pahlawan.
Banyak film memiliki lebih dari satu jawaban. Di Ratatouille manusia dan tikus sama-sama berbicara, dan di Shrek seekor keledai mencuri hampir setiap adegan. Redaksi memilih jawaban yang paling menentukan cerita, dan satu film berdiri di satu rak saja. Film anime Jepang dikumpulkan dalam empat rak tersendiri, karena tradisi pengisi suaranya berbeda dan layak dibaca sebagai satu dunia. Rinciannya ada di Cara menentukan rak.
Di dalam tiap rak, film diurutkan menurut jumlah penilai di TMDB, dan angka di poster menunjukkan urutan itu. Film nomor satu di sebuah rak disebut suara pertama.
Dubbindo dalam angka
Katalog Dubbindo memuat 174 film animasi dari 1979 sampai 2026. Seratus dua berbahasa asli Inggris, 68 berbahasa Jepang, dua berbahasa Indonesia, dan masing-masing satu berasal dari Korea dan Latvia. Nilai rata-ratanya 7,33 dari sepuluh, dan tiga puluh dua film bernilai 8,0 atau lebih.
Durasi rata-ratanya 97 menit, ukuran yang ramah untuk penonton kecil. Bila seluruh film diputar berurutan, lamanya 16.934 menit, lebih dari 282 jam. Film tertua adalah The Castle of Cagliostro dari 1979, dan tiga film termuda dirilis pada 2026. Film terpanjang adalah The Tale of The Princess Kaguya, dengan 137 menit, dan yang terpendek sebuah film bola naga berdurasi 41 menit.
Dekade 2010-an menyumbang 73 film, 2020-an 44 film, dan 2000-an 35 film. Dari 1990-an ada enam belas film, dari 1980-an lima, dan dari 1970-an satu. Animasi layar lebar, seperti terlihat dari angka itu, tumbuh pesat sejak komputer masuk ke studio.
Papan tiga belas rak suara
Di bawah pembuka beranda terdapat papan rak: lima baris berwarna, satu untuk tiap kelompok. Baris biru memuat benda dan mesin. Baris hijau memuat tiga rak hewan. Baris ungu memuat tiga rak makhluk ajaib. Baris merah muda memuat rak manusia, dan baris biru tua memuat empat rak suara dari Jepang.
Menekan sebuah kotak membawa Anda ke baris poster rak tersebut. Di bawah papan, ketiga belas rak tampil berurutan dengan poster bernomor, dan tautan Lihat semua membuka seluruh isi rak. Cara membaca poster dijelaskan di Kartu film.
Rak 1: mainan dan tokoh gim
Rak pertama memuat sebelas film tentang benda yang seharusnya diam: boneka, balok susun, tokoh mesin dingdong, dan gambar kecil di layar ponsel. Suara pertamanya Toy Story dari 1995, film panjang pertama yang seluruhnya dibuat dengan komputer, dengan lebih dari dua puluh ribu penilai dan nilai 8,0.
Tiga lanjutannya berdiri di rak ini, Toy Story 2, Toy Story 3, dan Toy Story 4, bersama Lightyear, kisah astronaut yang menjadi asal mainan Buzz. Di keempat film Toy Story, Woody disuarakan Tom Hanks dan Buzz disuarakan Tim Allen, pasangan suara yang bertahan dua puluh empat tahun.
Dunia gim hadir lewat Wreck-It Ralph dan Ralph Breaks the Internet, dengan John C. Reilly sebagai penjahat gim yang ingin menjadi baik, serta The Super Mario Bros. Movie. Balok susun berbicara di The Lego Movie dan The Lego Batman Movie, dan gambar ekspresi berbicara di The Emoji Movie. Nilai rata-rata rak ini 7,27, dan durasi rata-ratanya 98 menit.
Rak 2: mobil dan robot
Rak kedua memuat delapan film tentang mesin yang berbicara, atau yang berbicara dengan cara mesin. Suara pertamanya kisah robot pemungut sampah dari 2008, dengan lebih dari dua puluh satu ribu penilai dan nilai 8,1. Film itu istimewa bagi dunia suara: tokoh utamanya hampir sepenuhnya berbicara lewat bunyi yang dirancang Ben Burtt, perancang suara yang juga menciptakan bunyi robot-robot Star Wars.
Tiga film Cars berdiri di rak ini, dengan Owen Wilson sebagai mobil balap Lightning McQueen; di film pertama ia beradu suara dengan Paul Newman. Robots dari 2005 membangun satu kota penuh mesin, dan Big Hero 6 memperkenalkan Baymax, robot perawat bersuara lembut.
Dua film terbaru memegang nilai tertinggi: The Wild Robot dari 2024 dengan 8,3, tentang robot yang terdampar di pulau dan belajar berbicara dengan hewan, dan The Mitchells vs. the Machines dengan 7,8. Nilai rata-rata rak ini 7,32, dan durasi rata-ratanya 103 menit.
Rak 3: hewan rimba dan sabana
Rak ketiga memuat empat belas film tentang hewan liar yang berbicara: singa, zebra, penguin, beruang, burung hantu, dan bunglon. Suara pertamanya Madagascar dari 2005, tempat Ben Stiller dan Chris Rock menyuarakan singa dan zebra kebun binatang yang terdampar di alam bebas. Dua lanjutannya dan Penguins of Madagascar ikut berdiri di rak ini.
Sabana Afrika hadir lewat The Lion King versi 2019 dan Mufasa: The Lion King. Hutan Amerika hadir lewat Open Season dan Over the Hedge, kutub selatan lewat Happy Feet, dan gurun lewat Rango, bunglon bersuara Johnny Depp. Rak ini juga memuat Abominable dan kisah para burung hantu penjaga dari 2010.
Dua film bernilai 8,1 berdiri di ujung rak. Hoppers dari 2026 mengirim seorang gadis ke dunia hewan lewat tubuh berang-berang robot. Flow dari Latvia adalah pengecualian paling indah di seluruh Dubbindo: seekor kucing dan kawan-kawannya menempuh banjir besar, dan sepanjang film hanya terdengar suara hewan yang sebenarnya. Nilai rata-rata rak ini 6,96.
Rak 4: kota hewan dan zaman es
Rak keempat memuat dua belas film tentang hewan yang hidup bermasyarakat: punya kota, pekerjaan, kawanan, bahkan perguruan kungfu. Suara pertamanya Zootopia dari 2016, dengan lebih dari delapan belas ribu penilai dan nilai 7,8; lanjutannya dari 2025 berdiri di rak yang sama, dengan pasangan suara yang sama, Ginnifer Goodwin dan Jason Bateman.
Lima film Ice Age mengisi hampir separuh rak. Ray Romano menyuarakan mamut Manny dan John Leguizamo menyuarakan kungkang Sid di kelima film, dari 2002 sampai 2016, empat belas tahun dengan suara yang sama. Kung Fu Panda dan Kung Fu Panda 3 membawa Jack Black sebagai panda Po.
Rak ini dilengkapi dua film The Angry Birds Movie dan The Bad Guys, kawanan penjahat yang mencoba menjadi baik. Nilai rata-ratanya 7,00, dan durasi rata-ratanya 95 menit.
Rak 5: hewan kecil dan peliharaan
Rak kelima memuat tiga belas film tentang hewan yang hidup di dekat manusia atau di bawah kakinya: ikan, tikus, tupai, kelinci, lebah, kucing, dan anjing. Suara pertamanya Finding Nemo dari 2003, dengan lebih dari dua puluh satu ribu penilai, tempat Albert Brooks dan Ellen DeGeneres menyuarakan dua ikan yang menyeberangi samudra.
Ratatouille menyusul dengan Patton Oswalt sebagai tikus yang ingin menjadi koki. Puss in Boots: The Last Wish menghadirkan Antonio Banderas sebagai kucing bersepatu bot, dengan nilai 8,2. Dua film The Secret Life of Pets membuka pintu apartemen ketika pemiliknya pergi, dan tiga film tupai penyanyi mengisi sisi musikal rak ini.
Rak ini juga memuat Flushed Away, Peter Rabbit, Bee Movie, Luck, dan Swapped dari 2026, film bernilai tertinggi di Dubbindo dengan 8,9, tentang makhluk hutan kecil dan seekor burung yang bertukar tubuh. Nilai rata-rata rak ini 6,93.
Rak 6: makhluk dongeng
Rak keenam memuat tiga belas film tentang makhluk dari buku cerita: raksasa hijau, naga, troll, peri, monster laut, dan penjaga mimpi. Suara pertamanya Shrek dari 2001, tempat Mike Myers menyuarakan raksasa penggerutu dan Eddie Murphy menyuarakan keledai yang mustahil berhenti bicara. Shrek Forever After berdiri di rak yang sama.
Naga hadir tiga kali: dua film How to Train Your Dragon 2 dan lanjutannya dengan Jay Baruchel sebagai Hiccup, serta Raya and the Last Dragon dengan Awkwafina sebagai naga Sisu. Luca menghadirkan dua monster laut kecil di pesisir Italia, dan Onward dua peri bersaudara bersuara Tom Holland dan Chris Pratt.
Rak ini dilengkapi dua film Trolls, Epic, Hotel Transylvania 2, Rise of the Guardians, dan sebuah dongeng si kerudung merah yang diceritakan ulang sebagai kisah detektif. Nilai rata-rata rak ini 7,21, dan empat filmnya berbagi nilai tertinggi, 7,8.
Rak 7: makhluk jenaka
Rak ketujuh memuat dua belas film tentang makhluk yang diciptakan untuk membuat penonton tertawa: makhluk kuning kecil, bayi berjas, spons laut, dan alien ungu. Suara pertamanya Despicable Me dari 2010, dengan Steve Carell sebagai Gru, penjahat beraksen aneh yang luluh oleh tiga anak yatim.
Steve Carell kembali di Despicable Me 2, Despicable Me 3, dan Minions: The Rise of Gru. Para Minion sendiri berbicara dalam bahasa campuran ciptaan sutradara Pierre Coffin, yang menyuarakan mereka semua; karena bahasanya memang karangan, para Minion terdengar sama di seluruh dunia.
Rak ini juga memuat dua film The Boss Baby dengan Alec Baldwin sebagai bayi bersuara direktur, dua film layar lebar SpongeBob, Home, Cloudy with a Chance of Meatballs, dan Turning Red, gadis yang berubah menjadi panda merah raksasa. Nilai rata-rata rak ini 6,87; rak ini dicari demi tawanya.
Rak 8: roh, jiwa, dan perasaan
Rak kedelapan adalah rak terkecil di antara rak film Barat, sembilan film, dan pemilik nilai tertinggi kedua di Dubbindo: rata-rata 7,80, dengan lima film bernilai 8,0 atau lebih. Di rak ini yang diberi suara adalah hal-hal yang biasanya hanya dirasakan: emosi, arwah, jiwa, dan keajaiban malam Natal.
Suara pertamanya Inside Out dari 2015, dengan lebih dari dua puluh empat ribu penilai, film dengan penilai terbanyak di seluruh Dubbindo. Amy Poehler menyuarakan Riang, dan Phyllis Smith menyuarakan Sedih. Coco menyeberang ke negeri arwah dengan nilai 8,2, dan Soul menyuarakan jiwa seorang guru musik lewat Jamie Foxx.
Corpse Bride dan The Book of Life juga bercerita dari alam baka. Klaus, dengan nilai 8,2, dan The Polar Express, dengan Tom Hanks menyuarakan beberapa tokoh sekaligus, membawa keajaiban Natal. Rak ini ditutup boneka kayu yang menjadi hidup dalam film Guillermo del Toro dan KPop Demon Hunters dari 2025.
Rak 9: putri, keluarga, dan pahlawan
Rak kesembilan memuat empat belas film tempat manusia memegang suara utama. Suara pertamanya Up dari 2009, dengan Ed Asner sebagai kakek yang menerbangkan rumahnya dengan ribuan balon, dinilai lebih dari dua puluh dua ribu penonton. Nilai tertinggi rak ini dipegang Spider-Man: Into the Spider-Verse, dengan 8,4.
Putri dan penjelajah Disney hadir lewat Frozen, Brave, Encanto, Moana, dan Moana 2; di dua film terakhir Auliʻi Cravalho dan Dwayne Johnson menyuarakan pasangan yang sama. Keluarga pahlawan super hadir lewat The Incredibles dan Incredibles 2, dengan Craig T. Nelson dan Holly Hunter sebagai suami istri berkekuatan super.
Rak ini juga memuat The Croods: A New Age, The Road to El Dorado dari tahun 2000, dan Lost in Starlight dari Korea. Dua film Indonesia berdiri di sini: Jumbo dari 2025, kisah seorang anak yang ingin mementaskan dongeng peninggalan orang tuanya, dan FOUFO dari 2026. Bagi keduanya suara Indonesia adalah suara asli. Nilai rata-rata rak ini 7,50.
Rak 10: Miyazaki, Takahata, dan Studio Ghibli
Rak kesepuluh adalah rak terbesar di Dubbindo: dua puluh dua film dari Hayao Miyazaki, Isao Takahata, dan studio yang mereka dirikan. Suara pertamanya Spirited Away dari 2001, dengan lebih dari sembilan belas ribu penilai dan nilai 8,5. Enam film di rak ini bernilai 8,0 atau lebih.
Studio Ghibli terkenal dengan kebiasaan yang jarang di dunia anime: banyak peran utamanya diisi aktor film dan bahkan orang biasa, agar suaranya terdengar wajar. Di The Wind Rises, tokoh utamanya disuarakan Hideaki Anno, seorang sutradara. Di Howl's Moving Castle, penyihir Howl disuarakan Takuya Kimura, bintang musik dan drama.
Rak ini memuat Princess Mononoke, My Neighbor Totoro, Castle in the Sky, Kiki's Delivery Service, Ponyo, Arrietty, The Boy and the Heron, The Cat Returns, dan Whisper of the Heart. Dari Isao Takahata datang The Tale of The Princess Kaguya, Only Yesterday, Pom Poko, dan My Neighbors the Yamadas.
Sisanya adalah When Marnie Was There, From Up on Poppy Hill, Tales from Earthsea, dan Ocean Waves, serta dua film Miyazaki dari masa sebelum studio itu berdiri: The Castle of Cagliostro dari 1979 dan Warriors of the Wind dari 1984. Durasi rata-rata rak ini 108 menit, dan nilai rata-ratanya 7,65.
Rak 11: dunia bola naga
Rak kesebelas memuat tiga belas film dari satu waralaba, dan hampir seluruhnya bertumpu pada satu suara. Masako Nozawa menyuarakan Son Goku di ketiga belas film itu, dari 1989 sampai 2022, tiga puluh tiga tahun dengan tokoh yang sama. Ia juga menyuarakan anak-anak Goku, sehingga dalam beberapa adegan ia berdialog dengan dirinya sendiri.
Suara pertama rak ini Dragon Ball Super: Broly dari 2018, satu-satunya film bernilai 8,0 di rak, disusul Dragon Ball Super: Super Hero dari 2022. Dua film dari 2013 dan 2015, Dragon Ball Z: Battle of Gods dan satu film tentang kebangkitan musuh lama, menghidupkan kembali waralaba ini di bioskop.
Sembilan film sisanya berasal dari festival film anak antara 1989 dan 1995, dan durasinya pendek, dari 41 sampai 70 menit: Dragon Ball Z: Dead Zone, Dragon Ball Z: The Tree of Might, Dragon Ball Z: Cooler's Revenge, Dragon Ball Z: Bojack Unbound, Dragon Ball Z: Fusion Reborn, Dragon Ball Z: Wrath of the Dragon, dua film Broly, dan satu film tentang android. Durasi rata-rata rak ini 65 menit, terpendek di Dubbindo.
Rak 12: pahlawan dari serial
Rak kedua belas memuat lima belas film layar lebar yang lahir dari serial, gim, atau komik. Bagi penonton setia, daya tariknya sederhana: suara yang didengar tiap pekan di televisi kini terdengar di bioskop. Junko Takeuchi menyuarakan Naruto di The Last: Naruto the Movie, suara pertama rak ini, dan di sebuah film dari 2004. Daiki Yamashita menyuarakan Izuku Midoriya di ketiga film My Hero Academia.
Mayumi Tanaka, suara Luffy sejak 1999, hadir di One Piece Film Red. Jujutsu Kaisen 0 dan Black Clover: Sword of the Wizard King berbagi nilai tertinggi rak ini, 8,1, bersama My Hero Academia: Heroes Rising. Megumi Ogata, pengisi suara legendaris, menyuarakan tokoh utama Jujutsu Kaisen 0.
Rak ini juga memuat Boruto: Naruto the Movie, SPY x FAMILY CODE: White, The Seven Deadly Sins: Cursed by Light, Batman Ninja, Final Fantasy VII: Advent Children, GANTZ:O, dan Altered Carbon: Resleeved. Nilai rata-ratanya 7,42, dan durasi rata-ratanya 98 menit.
Rak 13: remaja dan keluarga Jepang
Rak ketiga belas memuat delapan belas film anime tentang remaja, cinta pertama, dan keluarga, dan inilah rak dengan nilai tertinggi di Dubbindo: rata-rata 7,87, dengan delapan film bernilai 8,0 atau lebih. Suara pertamanya film Makoto Shinkai dari 2016 tentang dua remaja yang bertukar tubuh, dengan lebih dari tiga belas ribu penilai dan nilai 8,5.
Tiga film Shinkai lain berdiri di rak ini: Weathering with You, Suzume, dan The Garden of Words. Mamoru Hosoda menyumbang enam film: The Girl Who Leapt Through Time, Summer Wars, Wolf Children, The Boy and the Beast, Mirai, dan Belle.
Dua pengisi suara muncul berulang. Ryunosuke Kamiki, yang mulai mengisi suara sejak kecil, terdengar di film dua remaja yang bertukar tubuh, Summer Wars, dan Mary and The Witch's Flower. Miyu Irino terdengar di A Silent Voice: The Movie, The Garden of Words, dan Maquia: When the Promised Flower Blooms. Rak ini dilengkapi I Want to Eat Your Pancreas, Josee, the Tiger and the Fish, Look Back, A Whisker Away, dan Bubble.
Lima kelompok suara
Ketiga belas rak membentuk lima kelompok. Benda dan mesin memuat 19 film dengan nilai rata-rata 7,29. Hewan adalah kelompok film Barat terbesar, 39 film, dengan nilai rata-rata 6,96; hewan yang berbicara adalah tulang punggung animasi keluarga, dan banyak filmnya dibuat untuk tawa. Makhluk ajaib memuat 34 film dengan nilai rata-rata 7,25.
Manusia memuat 14 film dengan nilai rata-rata 7,50. Suara dari Jepang adalah kelompok terbesar, 68 film, dengan nilai rata-rata tertinggi, 7,57, dan delapan belas film bernilai 8,0 atau lebih. Uraian tiap kelompok ada di Panduan benda dan mesin, Panduan hewan, Panduan makhluk ajaib, Panduan manusia, dan Panduan suara dari Jepang.
Perbandingan itu memperlihatkan dua tradisi. Di film Barat, yang paling sering diberi suara adalah hewan, mainan, dan makhluk khayal: 92 dari 106 film. Di film Jepang, yang diberi suara hampir selalu manusia, dan keajaiban datang dari dunia di sekeliling mereka.
Tiga belas suara pertama
Film nomor satu dari tiap rak dikumpulkan dalam daftar Suara pertama. Tiga belas judul itu adalah perkenalan paling ringkas dengan seluruh papan: Toy Story untuk mainan, kisah robot pemungut sampah untuk mesin, Madagascar, Zootopia, dan Finding Nemo untuk tiga rak hewan, Shrek dan Despicable Me untuk makhluk, Inside Out untuk perasaan, dan Up untuk manusia.
Empat suara pertama datang dari Jepang: Spirited Away, Dragon Ball Super: Broly, The Last: Naruto the Movie, dan film dua remaja yang bertukar tubuh. Nilai rata-rata daftar ini 7,85, dan enam filmnya bernilai 8,0 atau lebih. Menonton ketiga belasnya memerlukan 1.296 menit, kurang dari dua puluh dua jam.
Nilai delapan ke atas
Tiga puluh dua film di Dubbindo bernilai 8,0 atau lebih, dan daftar Nilai delapan ke atas mengumpulkannya. Delapan belas di antaranya film Jepang, tiga belas film berbahasa Inggris, dan satu film Latvia. Swapped memimpin dengan 8,9, disusul Spirited Away dan film dua remaja yang bertukar tubuh dengan 8,5, lalu Howl's Moving Castle, A Silent Voice, dan Spider-Man: Into the Spider-Verse dengan 8,4.
Rak remaja dan keluarga Jepang menyumbang delapan film, rak Ghibli enam, dan rak roh, jiwa, dan perasaan lima. Tiga rak berdiri di luar daftar ini: kota hewan dan zaman es, makhluk dongeng, dan makhluk jenaka. Ketiganya rak komedi keluarga, yang jarang dikejar karena nilainya dan sering diputar ulang karena tawanya.
Bintang di balik mikrofon
Di film animasi Barat, suara tokoh utama sering diisi bintang film, dan beberapa nama muncul berulang di Dubbindo. Tom Hanks terdengar di lima film: empat film Toy Story dan The Polar Express. Ray Romano dan John Leguizamo terdengar di kelima film Ice Age. Steve Carell terdengar di empat film tentang Gru, dan Ben Stiller serta Chris Rock di tiga film Madagascar.
Owen Wilson menyuarakan Lightning McQueen di tiga film Cars. Jack Black menyuarakan Po di dua film Kung Fu Panda, Mike Myers dan Eddie Murphy menyuarakan Shrek dan Keledai di dua film, serta Ginnifer Goodwin dan Jason Bateman menyuarakan kelinci dan rubah di dua film Zootopia. Chris Pratt terdengar di tiga film dari dua rak: sebagai tokoh balok susun, sebagai tukang ledeng berkumis, dan sebagai peri di Onward.
Di Jepang, pengisi suara adalah profesi tersendiri dengan penggemarnya sendiri. Masako Nozawa memimpin dengan tiga belas film di Dubbindo, disusul Mayumi Tanaka dengan tujuh. Kotak pencarian Dubbindo mengenali nama pengisi suara, sehingga Anda dapat mengikuti satu suara melintasi rak. Uraiannya ada di Pengisi suara.
Tentang sulih suara bahasa Indonesia
Sulih suara adalah pekerjaan menerjemahkan dua kali: kata-katanya, lalu perasaannya. Naskah harus pas dengan gerak bibir tokoh, lelucon harus tetap lucu, dan lagu harus tetap dapat dinyanyikan. Penyulih suara yang baik membuat penonton lupa bahwa film itu pernah berbicara dalam bahasa lain.
Bagi anak-anak yang masih belajar membaca, sulih suara adalah pintu masuk ke film; bagi orang dewasa, ia sering menjadi kenangan, karena banyak penonton Indonesia mengenal tokoh kartun masa kecilnya lewat suara berbahasa Indonesia di televisi. Ketersediaan sulih suara bahasa Indonesia untuk tiap film ditentukan oleh layanan resmi yang memutarnya, dan pilihan itu biasanya tersedia di menu audio. Dubbindo memandu ke filmnya; layanan resmi menyediakan suaranya. Keterangannya ada di Sulih suara dan subtitle.
Lima bahasa asli
Sebelum disulih, tiap film memiliki bahasa aslinya. Seratus dua film di Dubbindo aslinya berbahasa Inggris dan 68 berbahasa Jepang. Dua film aslinya berbahasa Indonesia, Jumbo dan FOUFO, sehingga bagi keduanya penonton Indonesia mendengar suara asli para pemerannya.
Lost in Starlight datang dari Korea, dengan Kim Tae-ri sebagai suara utamanya. Flow datang dari Latvia dan menjadi satu-satunya film di katalog yang sama sekali bebas dari kata-kata; ia terdengar sama di negeri mana pun. Lima bahasa itu mengingatkan bahwa animasi adalah bentuk film yang paling mudah menyeberangi batas, justru karena suaranya dapat diganti.
Durasi dari rak ke rak
Film animasi lebih ringkas daripada film pada umumnya, dan di Dubbindo durasi rata-ratanya 97 menit. Sembilan rak film Barat berkumpul rapat antara 95 dan 104 menit. Rak manusia adalah yang terpanjang di antaranya, dengan 104 menit, disusul mobil dan robot dengan 103 menit.
Di kelompok Jepang selisihnya lebar. Rak Ghibli rata-rata 108 menit, terpanjang di Dubbindo, dan rak remaja dan keluarga 104 menit. Rak bola naga hanya 65 menit, karena sembilan filmnya dibuat untuk festival film anak. Seluruh tiga belas film bola naga selesai dalam 850 menit, sedangkan dua puluh dua film Ghibli memerlukan 2.381 menit, hampir empat puluh jam.
Suara dari dekade ke dekade
Film tertua di tiap kelompok memperlihatkan kapan tiap jenis tokoh mulai berbicara di layar lebar. Kelompok Jepang berakar paling dalam, sejak 1979. Mainan mulai berbicara pada 1995, bersama animasi komputer. Makhluk dongeng mendapat suara baru pada 2001 lewat Shrek, hewan zaman es pada 2002, dan ikan badut pada 2003.
Robot dan mobil menyusul pada 2005 dan 2006, dan makhluk jenaka pada 2009 dan 2010. Dekade 2010-an adalah puncaknya, dengan 73 film, dan dekade 2020-an sudah menyumbang 44 film walau baru berjalan separuh lebih. Tiga film dari 2026 memperlihatkan arah baru: robot berang-berang, pertukaran tubuh di hutan, dan animasi Indonesia.
Pasangan suara yang bertahan
Sebagian kenikmatan film animasi berseri datang dari pasangan suara yang terus kembali. Tom Hanks dan Tim Allen menyuarakan Woody dan Buzz di empat film selama dua puluh empat tahun. Ray Romano dan John Leguizamo bertahan di lima film Ice Age. Ben Stiller dan Chris Rock menempuh tiga film Madagascar, dan Mike Myers serta Eddie Murphy tetap bertengkar sebagai raksasa dan keledai.
Pasangan yang lebih muda mengikuti jejak itu. Ginnifer Goodwin dan Jason Bateman kembali sebagai kelinci polisi dan rubah di film kedua Zootopia, sembilan tahun sesudah film pertama. Craig T. Nelson dan Holly Hunter kembali sebagai suami istri Incredibles sesudah empat belas tahun. Auliʻi Cravalho dan Dwayne Johnson kembali berlayar di film kedua Moana.
Di versi sulih suara, kesetiaan itu sama pentingnya. Penonton terikat pada suara, dan studio sulih suara yang baik berusaha mempertahankan pengisi yang sama dari film ke film, agar Woody tetap terdengar seperti Woody.
Satu suara, banyak tokoh
Beberapa pengisi suara mengerjakan pekerjaan beberapa orang. Di The Polar Express, Tom Hanks menyuarakan kondektur, sang ayah, dan beberapa tokoh lain. Pierre Coffin menyuarakan seluruh pasukan Minion seorang diri. Tom Kenny sudah menyuarakan SpongeBob selama puluhan tahun, di serial dan di kedua film layar lebarnya.
Di Jepang, Masako Nozawa menyuarakan Goku dan anak-anaknya sekaligus, dan Mayumi Tanaka terdengar di dua dunia berbeda di Dubbindo: sebagai Luffy di film One Piece dan sebagai Krillin di beberapa film bola naga, serta sebagai bocah Pazu di Castle in the Sky. Mengenali satu suara di balik beberapa wajah adalah permainan kecil yang membuat menonton ulang selalu menyenangkan.
Suara di luar kata
Tiga film di Dubbindo mengingatkan bahwa suara lebih luas dari kata. Robot pemungut sampah di rak kedua hampir sepanjang film hanya berdecit, berdengung, dan menyebut dua nama, tetapi penonton memahami setiap perasaannya. Para Minion berbicara dalam bahasa karangan yang mencampur banyak bahasa dunia. Dan kucing di Flow hanya mengeong, mendesis, dan mendengkur.
Film-film semacam itu adalah yang paling mudah menyeberangi bahasa, karena hampir sepenuhnya bebas dari naskah yang perlu disulih. Bagi keluarga dengan anak yang sangat kecil, ketiganya adalah pilihan yang ramah: cerita dapat diikuti hanya dari gambar, musik, dan nada suara.
Rak yang bernyanyi
Sulih suara paling sulit, dan paling dikenang, adalah sulih suara lagu. Beberapa film di Dubbindo dibangun di atas nyanyian. Di rak manusia ada Frozen, Encanto, dan dua film Moana. Di rak roh ada Coco, dengan gitar dan lagu keluarga, serta KPop Demon Hunters. Di rak makhluk dongeng ada dua film Trolls, dan di rak hewan rimba ada dua film dari tanah Pride.
Lagu dalam film animasi biasanya diterjemahkan dan dinyanyikan ulang untuk tiap bahasa, sehingga satu lagu hidup dalam puluhan versi. Banyak anak Indonesia hafal lagu-lagu itu dalam dua bahasa sekaligus. Bila layanan resmi menyediakan pilihan audio, cobalah memutar adegan lagu dua kali, sekali dalam bahasa asli dan sekali dalam bahasa Indonesia, dan dengarkan cara penerjemah menjaga rima.
Menonton dengan telinga
Dubbindo mengajak penonton memperhatikan hal yang sering terlewat. Pada tontonan berikutnya, pejamkan mata selama satu adegan dan dengarkan saja. Perhatikan cara seorang pengisi suara menua bersama tokohnya di film keempat sebuah seri, atau cara suara seekor hewan dibuat cocok dengan ukuran tubuhnya: mamut bersuara berat, kungkang bersuara cadel, burung bersuara nyaring.
Sesudah itu baca daftar pengisi suara di halaman judul. Sering kali Anda akan terkejut: suara penjahat datang dari komedian, suara pahlawan datang dari aktor yang biasanya memerankan orang pendiam. Kejutan itu adalah bagian dari kesenangan, dan untuk itulah tiap halaman judul di Dubbindo mencantumkan nama para pengisi suara.
Rak untuk tiap usia
Untuk anak prasekolah, rak hewan kecil dan peliharaan, rak makhluk jenaka, dan rak mainan adalah awal yang aman: filmnya ringkas, warnanya cerah, dan ceritanya mudah diikuti. Untuk anak sekolah dasar, rak kota hewan, rak makhluk dongeng, dan rak mobil dan robot menambah petualangan dan sedikit ketegangan.
Untuk remaja, rak pahlawan dari serial dan rak remaja dan keluarga Jepang berbicara dengan bahasa mereka. Untuk ditonton seluruh keluarga, rak Ghibli dan rak roh, jiwa, dan perasaan memuat film yang membuat orang tua ikut terdiam. Setiap halaman judul memuat genre dan sinopsis lengkap, dan layanan resmi yang dibuka tombol Tonton sekarang memuat batas usia tiap film; beberapa film di rak pahlawan dari serial memang dibuat untuk penonton yang lebih besar.
Tiga belas rak dalam tiga belas kalimat
Mainan dan tokoh gim: benda yang hidup ketika manusia berpaling. Mobil dan robot: mesin yang belajar merasa. Hewan rimba dan sabana: raja hutan dan kawan-kawannya. Kota hewan dan zaman es: hewan yang hidup bermasyarakat. Hewan kecil dan peliharaan: ikan, tikus, dan kucing di dekat kita.
Makhluk dongeng: raksasa, naga, dan troll dari buku cerita. Makhluk jenaka: makhluk yang lahir untuk mengundang tawa. Roh, jiwa, dan perasaan: hal-hal yang biasanya hanya dirasakan. Putri, keluarga, dan pahlawan: manusia dengan mimpi besar.
Miyazaki, Takahata, dan Studio Ghibli: dua puluh dua film dari para empu. Dunia bola naga: tiga belas film dan satu suara legendaris. Pahlawan dari serial: jagoan televisi di layar lebar. Remaja dan keluarga Jepang: cinta pertama dan rumah, dengan nilai tertinggi di Dubbindo.
Pekerjaan di bilik rekaman
Sulih suara sebuah film animasi melewati beberapa tangan. Penerjemah mengalihbahasakan naskah, lalu penyadur menyesuaikan panjang kalimat dengan gerak bibir tokoh; kalimat yang terlalu panjang dipadatkan, dan lelucon yang hanya lucu dalam bahasa asal diganti dengan padanan yang hidup. Sutradara sulih suara memilih pengisi untuk tiap tokoh dan menjaga agar watak tokoh tetap sama.
Di bilik rekaman, pengisi suara menonton adegan sambil membaca naskah, dan merekam kalimat demi kalimat sampai napas, tawa, dan jeda jatuh di tempat yang tepat. Sesudah itu penata suara mencampur rekaman baru dengan musik dan efek dari versi asli. Hasil yang baik terasa wajar: penonton mendengar tokohnya, dan melupakan mikrofonnya.
Karena itu film animasi adalah jenis film yang paling ramah bagi sulih suara. Tokohnya digambar, sehingga suara baru menempel lebih mudah daripada pada wajah aktor sungguhan, dan penontonnya sering anak-anak yang lebih nyaman mendengar daripada membaca.
Lima akhir pekan, lima kelompok
Bagi keluarga yang ingin mencicipi seluruh papan, redaksi Dubbindo menyarankan lima akhir pekan. Akhir pekan pertama untuk benda dan mesin: Toy Story pada Sabtu dan The Wild Robot pada Minggu. Akhir pekan kedua untuk hewan: Finding Nemo dan Zootopia. Akhir pekan ketiga untuk makhluk ajaib: Shrek dan Coco.
Akhir pekan keempat untuk manusia: Up dan Jumbo, satu dari Amerika dan satu dari Indonesia. Akhir pekan kelima untuk suara dari Jepang: My Neighbor Totoro untuk yang kecil dan Spirited Away untuk yang lebih besar. Sepuluh film itu berjumlah kira-kira tujuh belas jam, dan pada akhir bulan tiap anggota keluarga biasanya sudah memiliki rak kesayangannya sendiri.
Film pertama seorang anak
Banyak orang tua bertanya film animasi apa yang cocok sebagai tontonan pertama. Jawaban redaksi: pilih film yang pendek, yang tokohnya sedikit, dan yang suaranya ramah. My Neighbor Totoro, dengan 86 menit dan sangat sedikit ketegangan, sering disebut tontonan pertama terbaik. Finding Nemo dan film pertama Toy Story, dengan 81 menit, adalah pilihan lain yang sudah teruji oleh beberapa generasi.
Tontonlah bersama, dan biarkan anak bertanya. Tontonan pertama lebih banyak tentang percakapan di sofa daripada tentang film itu sendiri. Bila layanan resmi menyediakan sulih suara bahasa Indonesia, pakailah untuk penonton terkecil; suara dalam bahasa ibu membuat cerita lebih mudah diikuti dan tokohnya lebih cepat disayangi.
Mengapa film animasi ditonton berulang
Anak-anak menonton film kesayangannya puluhan kali, dan film animasi yang baik tahan terhadap kebiasaan itu. Pada tontonan pertama anak mengikuti cerita. Pada tontonan kelima ia menghafal kalimat. Pada tontonan kedua puluh ia menirukan suara tokohnya, dan di situlah pengisi suara mendapat penghargaan tertinggi: ditiru di ruang keluarga.
Orang tua yang ikut menonton berulang akan mulai mendengar lapisan lain: lelucon yang ditujukan untuk orang dewasa, musik yang mengulang tema, dan perubahan kecil dalam nada suara. Rak-rak Dubbindo disusun agar tontonan berulang itu tetap bervariasi; bila satu film sudah terlalu hafal, film di sebelahnya menawarkan jenis suara yang sama dengan cerita yang baru.
Nama dan tampilan Dubbindo
Logo Dubbindo adalah sebuah mikrofon biru, alat kerja para pengisi suara. Tampilan situs memakai warna-warna cerah di atas latar terang: biru untuk benda dan mesin, hijau untuk hewan, ungu untuk makhluk ajaib, merah muda untuk manusia, dan biru tua untuk suara dari Jepang. Lima warna itu selalu sama di seluruh halaman, sehingga anak yang lebih kecil pun dapat memilih rak dari warnanya.
Poster dibuat besar dan angka urutnya jelas, karena banyak pengunjung Dubbindo memilih bersama anak di pangkuan. Sinopsis ditulis ringkas dalam bahasa Indonesia sehari-hari, agar dapat dibacakan keras-keras sebelum film dimulai.
Suara asli atau sulih suara
Penonton sering bertanya versi mana yang lebih baik, dan jawaban yang jujur adalah keduanya memberi hal yang berbeda. Suara asli membawa permainan aktor yang dipilih sutradara, lengkap dengan aksen dan irama bahasanya. Sulih suara membawa kedekatan: lelucon tiba tepat waktu, mata bebas menikmati gambar, dan penonton kecil ikut mengerti.
Untuk film animasi, pilihan itu lebih longgar daripada untuk film dengan aktor sungguhan, karena tokohnya memang gambar yang diberi suara sejak awal. Banyak keluarga memakai keduanya: sulih suara pada tontonan pertama bersama anak-anak, dan suara asli pada tontonan ulang, saat orang dewasa ingin mendengar Tom Hanks atau Masako Nozawa bekerja. Halaman judul Dubbindo mencantumkan pengisi suara versi asli agar perbandingan itu mudah dilakukan.
Hewan yang paling sering berbicara
Di antara tiga rak hewan, beberapa jenis muncul berulang. Penguin mungkin juaranya: mereka berbicara di tiga film Madagascar, di film mereka sendiri, dan menari di Happy Feet. Singa menyusul, dengan Alex di tiga film Madagascar serta dua film dari sabana. Mamut, kungkang, dan harimau bertaring pedang menemani penonton di lima film zaman es.
Kucing hadir di banyak rak sekaligus: kucing bersepatu bot dan kucing hitam pembawa untung di rak hewan kecil, kucing pendiam di Flow, serta dua film Jepang tentang kerajaan kucing dan gadis yang berubah menjadi kucing. Panda hadir sebagai pendekar di dua film dan sebagai jelmaan seorang gadis di rak makhluk jenaka. Hewan yang berbicara adalah cara animasi bercerita tentang manusia dari jarak yang aman, dan itulah sebabnya rak-rak ini selalu ramai.
Terpendek dan terpanjang
Bagi keluarga, durasi sering menentukan pilihan. Di luar rak Jepang, film terpendek adalah Corpse Bride, dengan 77 menit, disusul Toy Story, Ice Age, dan sebuah dongeng detektif, masing-masing 81 menit. Di rak Jepang, film bola naga dari 1989 hanya berdurasi 41 menit, dan The Garden of Words 46 menit.
Di ujung lain, film terpanjang adalah The Tale of The Princess Kaguya dengan 137 menit, disusul Princess Mononoke dengan 134 menit dan A Silent Voice dengan 129 menit; ketiganya film Jepang. Di luar rak Jepang, film terpanjang adalah FOUFO dari Indonesia dengan 120 menit, lalu Incredibles 2 dan dua film dari sabana dengan 118 menit. Untuk malam sekolah pilihlah dari ujung pendek, dan simpan ujung panjang untuk akhir pekan.
Suara yang menemani tumbuh
Rak-rak Dubbindo dapat menemani seorang anak sepanjang masa kecilnya. Pada usia tiga tahun ia mulai dari hewan kecil dan makhluk jenaka. Pada usia enam tahun ia pindah ke mainan, mobil, dan naga. Pada usia sepuluh tahun ia siap untuk Spirited Away dan Inside Out, dan pada usia belasan ia menemukan rak remaja dan keluarga Jepang, tempat film berbicara tentang cinta pertama dan kehilangan.
Orang tuanya, sementara itu, mendapati bahwa film yang mereka tonton demi anak ternyata berbicara juga kepada mereka. Up bercerita tentang menua, Coco tentang mengingat, dan Wolf Children tentang melepas. Suara yang sama terdengar berbeda pada usia yang berbeda, dan itulah alasan terbaik untuk menyimpan beberapa judul di Daftar Saya selama bertahun-tahun.
Bagi redaksi Dubbindo, itulah arti terdalam dari pertanyaan siapa yang diberi suara. Pada mulanya pertanyaan itu tentang tokoh: mainan, hewan, robot, atau roh. Lama-kelamaan pertanyaan itu berbalik kepada penonton. Film animasi yang baik memberi suara pada hal-hal yang sulit diucapkan seorang anak, seperti takut ditinggal, rindu rumah, atau iri kepada adik, dan memberi orang tua kata-kata untuk membicarakannya sesudah layar padam. Rak mana pun yang dipilih malam ini, percakapan sesudah film adalah bagian yang paling layak dijaga, dan untuk percakapan itulah sinopsis, nama pengisi suara, dan angka di tiap poster disediakan.
Satu saran penutup dari redaksi: sesekali biarkan anak memilih rak sendirian. Pilihan mereka sering mengejutkan, dan dari rak yang mereka tunjuk, orang tua belajar suara macam apa yang sedang ingin mereka dengar. Minggu ini mungkin hewan kecil, bulan depan robot, tahun depan seorang gadis penyihir dengan sapu terbangnya.
Kartu film dan halaman judul
Setiap film di Dubbindo tampil sebagai poster dengan angka urut yang besar. Angka itu menunjukkan tempat film di dalam raknya menurut jumlah penilai, dan nama raknya tercetak di dekat judul. Nilai penonton tertera di pojok poster, sehingga satu baris poster sudah cukup untuk menimbang pilihan.
Menekan poster membuka halaman judul Dubbindo untuk film tersebut: sinopsis lengkap berbahasa Indonesia, daftar pengisi suara versi asli, sutradara, durasi, dan tahun rilis. Tombol Tonton sekarang dan tombol Daftar Saya menunggu di halaman yang sama. Uraian tiap bagiannya ada di Kartu film.
Pencarian di Dubbindo
Kotak pencarian Dubbindo berada di bilah biru tua di bagian atas setiap halaman. Ketik beberapa huruf judul atau nama pengisi suara, dan hasilnya muncul seketika. Mengetik Tom Hanks menampilkan kelima filmnya, dan mengetik sebuah tahun menampilkan semua film animasi dari tahun itu beserta raknya.
Halaman A–Z menampilkan seluruh 174 judul menurut abjad, dan menu Rak suara menampilkan kesembilan belas daftar Dubbindo: tiga belas rak, empat kelompok, suara pertama, dan nilai delapan ke atas. Kiat mencari yang lebih lengkap ada di Pencarian.
Tombol Tonton sekarang di Dubbindo
Dubbindo adalah panduan film animasi; pemutaran film dilakukan oleh layanan resmi pemegang hak. Tombol Tonton sekarang menghubungkan keduanya. Di halaman judul, pilih negara Anda, lalu tekan tombol itu. Halaman JustWatch untuk film tersebut terbuka di tab baru dan memperlihatkan layanan langganan, sewa, atau beli yang menyediakannya.
Di layanan itulah pilihan audio berada. Bila sulih suara bahasa Indonesia tersedia untuk sebuah film, Anda akan menemukannya di menu audio pemutar, bersama subtitle. JustWatch memperbarui datanya setiap hari, dan pilihan negara Anda diingat peramban untuk kunjungan berikutnya ke Dubbindo. Rinciannya ada di Tonton sekarang.
Daftar Saya: rak keempat belas
Tombol Daftar Saya di halaman judul menyimpan film ke daftar pribadi, yang dapat dibuka dari bilah atas Dubbindo. Anggaplah ia rak keempat belas, rak yang berisi suara-suara pilihan Anda sendiri. Tiap poster di dalamnya tetap membawa nama rak asalnya, sehingga dalam beberapa pekan terlihat suara macam apa yang paling sering dicari keluarga Anda.
Rak pribadi itu disimpan oleh peramban di perangkat yang sedang Anda pakai, langsung siap dipakai, dan hanya terlihat oleh Anda. Di peramban atau perangkat lain, rak Dubbindo Anda dimulai dari kosong. Panduannya ada di Daftar Saya.
Dubbindo di ponsel
Banyak keluarga membuka Dubbindo dari ponsel atau tablet di ruang keluarga. Di layar sempit, papan rak tersusun menjadi dua kotak per baris di bawah nama kelompoknya, dan tiap baris poster dapat digeser ke samping dengan satu jari. Bilah atas menyusut menjadi logo, tombol menu, dan pencarian.
Halaman Dubbindo dimuat ringan: poster diambil sesuai ukuran layar, dan poster di bagian bawah halaman dimuat saat Anda menggulir ke arahnya. Langkah menambahkan Dubbindo ke layar utama ada di Dubbindo di ponsel.
Dari mana data Dubbindo berasal
Judul, poster, sinopsis, nilai, jumlah penilai, dan daftar pengisi suara di Dubbindo berasal dari TMDB, basis data film yang disusun komunitas. Dubbindo memakai data itu dengan atribusi, dan produk ini berdiri sendiri di luar dukungan atau sertifikasi TMDB. Pembagian tiga belas rak dan lima kelompok adalah karya redaksi Dubbindo.
Nama pengisi suara yang tercantum adalah pengisi suara versi asli tiap film. Jumlah penilai terus bergerak, terutama untuk film baru; redaksi memeriksanya secara berkala, dan angka di halaman ini mencerminkan catatan 13 Oktober 2026. Data ketersediaan berasal dari JustWatch.
Rute singkat untuk kunjungan pertama
Pertama, lihat papan tiga belas rak dan tanyakan kepada penonton terkecil di rumah: malam ini ingin mendengar siapa berbicara? Kedua, buka rak pilihannya dan baca poster-posternya. Ketiga, buka satu film dan baca sinopsisnya bersama. Keempat, pilih negara Anda dan tekan Tonton sekarang. Kelima, simpan dua film lain dari rak itu ke Daftar Saya untuk akhir pekan berikutnya.
Pada kunjungan berikutnya, cobalah satu rak dari kelompok yang lain. Keluarga yang selalu memilih hewan dapat mencoba rak Ghibli, dan penggemar anime dapat mencoba rak roh, jiwa, dan perasaan.
Pertanyaan tentang Dubbindo
Berikut jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering diajukan pengunjung tentang rak suara Dubbindo.
Pertanyaan
Apa arti nama Dubbindo?
Gabungan kata dubbing dan Indonesia. Situs ini adalah panduan film animasi yang disusun dari pertanyaan dasar dunia sulih suara: siapa yang diberi suara.
Apa saja tiga belas rak suara?
Mainan dan tokoh gim; mobil dan robot; tiga rak hewan; makhluk dongeng; makhluk jenaka; roh, jiwa, dan perasaan; manusia; dan empat rak anime Jepang.
Apakah semua film tersedia dengan sulih suara Indonesia?
Ketersediaan sulih suara ditentukan oleh layanan resmi yang memutar tiap film. Periksa menu audio di layanan tersebut.
Siapa pengisi suara yang tercantum di halaman judul?
Pengisi suara versi asli film itu, menurut data TMDB.
Rak mana yang nilainya paling tinggi?
Rak remaja dan keluarga Jepang, dengan rata-rata 7,87. Rak roh, jiwa, dan perasaan menyusul dengan 7,80.
Film apa yang paling banyak dinilai?
Inside Out, dengan lebih dari dua puluh empat ribu penilai, disusul Up dan Coco.
Adakah film animasi Indonesia di Dubbindo?
Ada dua, Jumbo dan FOUFO, keduanya di rak putri, keluarga, dan pahlawan.
Bagaimana cara menonton film dari Dubbindo?
Buka halaman judul, pilih negara Anda, lalu tekan Tonton sekarang. Halaman JustWatch terbuka dan memperlihatkan layanan resmi yang menyediakannya.
Di mana Daftar Saya disimpan?
Di peramban pada perangkat Anda sendiri. Daftar itu langsung siap dipakai dan hanya terlihat oleh Anda.